PT. Saraswanti Anugerah Makmur

PT. SAM merupakan salah satu produsen pupuk terkemuka yang berpusat di Jawa Timur. Bekerjasama dengan para ahli pertanian/perkebunan dari seluruh Nusantara, PT. SAM memproduksi pupuk-pupuk briket unggulan yang kandungannya disesuaikan dengan spesifikasi tanaman. Selama 15 tahun lebih (1998-2014), PT. Saraswanti Anugerah Makmur telah memberikan kontribusi dalam pemenuhan kebutuhan pupuk dalam negeri. Saat ini PT. SAM telah memperluas jaringan pemasarannya, sekaligus menambah unit produksi sampai ke Medan, dengan total kapasitas produksi terpasang mencapai 200.000 ton/tahun.


NEWS & EVENT

Perusahaan Pupuk Persiapkan IPO

Satu lagi perusahaan swasta yang bergerak di bidang pupuk, properti dan perkebunan siap menjaring dana segar melalui pasar saham. Untuk mematangkan rencana melantai di bursa saham tersebut, PT Saraswanti Utama tengah mencari lead underwriter atau penjamin emisi. Dirut dan CEO Saraswanti Utama Hari Handono mengatakan, persiapan terus dilakukan sebelum initial public offering (IPO) atau penawaran umum perdana. Tapi hingga sekarang, pihaknya belum menentukan siapa yang ditunjuk menjadi penjamin emisi. “Sebenarnya kami sudah melakukan penjajakan, ada beberapa perusahaan penjamin emisi yang siap melakukan kerjasama. Tapi kami masih belum menentukan. Siapa yang akan kami tunjuk nanti, tergantung mana yang paling menarik,” ujar dia. Sedangkan persiapan lain dengan melakukan restrukturisasi terutama menyangkut legalitas dan aset perusahaan. Seperti aset, sebelum ini masih banyak aset atas nama pribadi, makanya perlu dirapikan sebagai salah satu syarat untuk bisa IPO. “Untuk itu, perlu waktu dan dana,” ujar dia. Direktur PT Saraswanti Utama Yahya Taufik menambahkan, IPO merupakan salah satu media untuk menarik dana segar. Sebab menurut kalkulasi, hingga dua tahun ke depan perusahaan memerlukan dana investasi sekitar Rp 683 miliar dan USD 2.6 juta. Tingginya kebutuhan dana ini terkait rencana perusahaan untuk mengembangkan pabrik baru di sejumlah wilayah. “Seperti Medan, Riau dan Kalimantan Tengah. Pengembangan ini untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan pupuk NPK, granule dan dolomite,” tuturnya. Bahkan jadwal pengembangan tersebut memungkinkan maju dari jadwal semula. Hal itu sejalan dengan selesainya perijinan dari masing-masing pemda. Makanya, perusahaan memutuskan untuk mempercepat pembangunan pabrik. Misalnya pabrik Dolomit di Riau dijadwalkan beroperasi Mei 2015. Sementara pabrik NPK dan Granule di Medan beroperasi Juni dan Agustus. Kemudian, pabrik di Kalimantan Tengah akan beroperasi Oktober tahun depan. “Selain dari internal, dana untuk... read more

Gandeng Tiongkok Bangun Pabrik Pupuk

Surabaya (Antara Jatim) – Kelompok usaha Saraswanti Group menggandeng Ocean University of China dalam percepatan pembangunan pabrik pupuk di sejumlah daerah di Indonesia untuk meningkatkan kapasitas produksi sekitar 440.000 ton. Chief Executive Officer Saraswanti Group Y.N Hari Hardono kepada wartawan di Surabaya, Selasa, menjelaskan selain tenaga ahli, perguruan tinggi asal Tiongkok itu juga akan menyuplai sebagian peralatan produksi pabrik. “Ocean University merupakan salah satu perguruan tinggi tertua di Tiongkok yang memiliki banyak ilmuwan dan juga produsen peralatan pabrik pupuk. Mereka juga memiliki pengalaman membangun pabrik pupuk di beberapa negara seperti Turki dan kawasan Timur Tengah,” ungkap Hardono. Menurut ia, kerja sama dengan perguruan tinggi Tiongkok itu sebenarnya sudah dilakukan sejak 2010, namun pada Oktober 2014 kembali dilanjutkan setelah Saraswanti Group mengerjakan proyek pembangunan pabrik baru. “Kami sudah berkunjung ke Tiongkok, dan beberapa tenaga ahli dari universitas tersebut juga melakukan peninjauan ke beberapa pabrik kami. Mereka siap membantu proyek yang sedang kami kerjakan,” tambahnya. Ada empat pabrik baru yang saat ini sedang dibangun Saraswanti Group, yakni Medan, Riau, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi, dengan kapasitas produksi masing-masing 100.000 ton per tahun. Pabrik pupuk di Medan, Kalteng dan Sulawesi akan memproduksi pupuk NPK Granule, sedangkan pabrik pupuk di Riau memproduksi Dolomit. Selain itu, perusahaan tersebut juga akan menambah kapasitas produksi pabrik pupuk NPK Briket di Medan, dari saat ini hanya 60.000 ton menjadi 100.000 ton per tahun. “Total investasi dan modal kerja yang dialokasikan untuk pembangunan pabrik dan penambahan kapasitas produksi tersebut mencapai Rp683,5 miliar dan 6,21 juta dolar AS. Sebagian dana dari kas internal perusahaan dan lainnya dari pinjaman perbankan,” jelas Chief Operating Officer Divisi Pupuk Saraswanti Group, H Yahya Taufik.... read more

Percepatan Pengembangan Pabrik

Ijin turun lebih cepat, Grup Saraswanti majukan jadwal produksi pabrik NPK Produsen pupuk non-subsidi, Saraswanti Group, optimis proyek peningkatan kapasitas produksi pabrik pupuk NPK di Kalimantan dan Sumatera bisa direalisasikan dalam waktu dekat setelah ijin investasi untuk kedua proyek tersebut rampung lebih cepat. CEO Saraswanti Group, Hari Hardono, mengatakan pada awalnya peningkatan kapasitas pabrik pupuk NPK melalui perluasan pabrik dan pembangunan pabrik baru tersebut baru bisa direalisasikan pada 2016. “Namun ternyata ijin investasi untuk beberapa proyek ini turun lebih cepat, jadi realisasi pengembangan pabrik dan pabrik baru bisa dilakukan dalam waktu dekat. Kami perkirakan dalam pertengahan tahun 2015,” katanya kepada wartawan di Surabaya, Selasa (18/11/2014). Saat ini Saraswanti Group sedang melaksanakan beberapa proyek peningkatan kapasitas produksi antara lain adalah perluasan pabrik pupuk NPK Briket di Medan, Sumatera Utara dari kapasitas 60 ribu ton menjadi 100 ribu ton per tahun, pembangunan pabrik baru NPK Granule berkapasitas 100 ribu ton per tahun di Medan, pembangunan pabrik baru NPK Granule berkapasitas 100 ribu ton per tahun di Kalteng dan pembangunan pabrik baru NPK Dolomit berkapasitas 100 ribu ton per tahun di Riau. Semua proyek tersebut diperkirakan menelan investasi total sekitar Rp 758 miliar. Jumlah tersebut termasuk untuk investasi pabrik dan modal kerja. Dengan turunnya ijin investasi lebih cepat, maka jadwal produksi bisa dilakukan lebih cepat. Proyek perluasan pabrik NPK Briket di Medan akan beroperasi pada bulan Juni 2015, pabrik baru NPK Granule di Medan pada bulan Agustus 2015, pabrik baru NPK Granule di Kalteng pada Oktober 2015 dan Pabrik Dolomit di Riau pada Mei 2015. Hari menambahkan, pihaknya serius meningkatkan kapasitas produksi pupuk NPK karena permintaan pupuk NPK non-subsidi masih cukup tinggi... read more

Tingkatkan Kapasitas Produksi 440 Ribu Ton

PT Saraswanti Utama melalui salah satu divisi perusahaannya yang bergerak di komoditas pupuk berencana membangun pabrik di sejumlah daerah untuk meningkatkan kapasitas produksi sekitar 440.000 ton pada 2015. Direktur Utama PT Saraswanti Utama Y.N Hari Hardono kepada wartawan di Surabaya, Kamis menjelaskan pabrik baru tersebut dibangun di Medan, Riau, Kalimantan Tengah dan Sulawesi, dengan kapasitas produksi masing-masing 100.000 ton per tahun. Selain itu, perusahaan tersebut juga akan menambah kapasitas produksi pabrik di Mojokerto, Jawa Timur, dari saat ini hanya 60.000 ton menjadi 100.000 ton per tahun. “Sebagian besar sudah masuk tahap konstruksi dan lainnya masih menyelesaikan izin prinsip dari pemerintah. Target kami, seluruh pabrik itu sudah beroperasi pada akhir 2015,” katanya. Saat ini, kata Hardono, kapasitas produksi pabrik yang dimiliki Saraswanti Utama melalui sembilan anak perusahaannya sejumlah 420.000 ton. Produksi sebanyak itu terdiri dari pupuk NPK briket di Mojokerto dan Medan 160.000 ton, NPK granule (Mojokerto) 160.000 ton dan NPK dolomit (Palembang) 100.000 ton. “Total investasi yang kami disiapkan untuk pembangunan pabrik baru dan penambahan kapasitas produksi pabrik yang sudah ada hingga 2015 sekitar Rp330 miliar. Investasi itu belum termasuk pembebasan lahan dan modal kerja,” ujarnya. Hari Hardono menambahkan pupuk NPK produksi perusahaannya dikhususkan bagi lahan perkebunan, seperti kelapa sawit, tebu, dan kopi. Pengembangan produksi bekerja sama dengan sejumlah lembaga penelitian untuk kepentingan riset dan teknologi. Vice President PT Saraswanti Anugerah Makmur (anak perusahaan dari divisi pupuk) Yahya Taufik mengungkapkan potensi pasar pupuk NPK atau pupuk majemuk di Indonesia masih sangat besar, karena produksi yang ada belum mampu mencukupi kebutuhan nasional. Pada tahun 2014, kebutuhan pupuk jenis NPK untuk lahan perkebunan yang luasnya mencapai 25 juta hektare sekitar 7,8... read more

Saraswanti Siapkan Go Public Anak Perusahaan

Produsen pupuk non-subsidi PT Saraswanti Anugerah Utama (SAM), berencana melantai di pasar saham pada awal tahun depan. CEO Kelompok Usaha Saraswanti Utama, yang membawahi SAM, Hari Hardono mengatakan pihaknya sudah menunjuk Mandiri Sekuritas untuk menyiapkan proses go public tersebut. “Kami sudah menyiapkan rencana IPO ini sejak 1,5 tahun lalu. Rencananya pada April atau mei tahun depan baru diputuskan apakah kami akan melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO), obligasi atau bisa jadi tidak sama sekali,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (18/9/2014). Ia menambahkan, rencana go public tersebut dalam rangka mencari dana segar untuk mendukung ekspansi perseroan. Tahun ini, SAM sedang menyelesaikan pembangunan 2 pabrik pupuk baru di Medan, Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah dengan kapasitas masing-masing 100 ribu ton. Kedua pabrik yang rencananya beroperasi pada 2015 tersebut diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp 160 miliar. Selain kedua pabrik baru tersbut, perseroan juga menyiapkan pabrik baru lainnya yang masih dalam perencanaan rencananya akan direalisasikan pada 2015 di Sulawesi Selatan dengan kapasitas yang sama, 100 ribu ton. Pabrik ini diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp 80 miliar. “Kami juga sedang menyiapkan penambahan kapasitas produksi pabrik yang di Medan dari sekarang 60 ribu ton menjadi 100 ribu ton pada 2015 dengan investasi sebesar Rp 35 miliar. Pada akhir 2015 nanti kebutuhan dana kami penambahan kapasitas produksi itu mencapai Rp 310 miliar. Dana itu hanya untuk pembangunan pabrik, belum termasuk dana untuk modal kerja yang nilainya jauh lebih besar dari itu. Setiap pabrik baru diperkirakan butuh modal kerja Rp 300 miliar,” ujarnya. kbc8 Dikutip dari... read more